-->
24 C
en
Search

Kades Lemah Duhur Pimpin Kurve Bersama Warga di Kampung Bendungan Dukung Dayeuh Pajajaran

Bogor   — Antusiasme warga Kampung Bendungan, Desa Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, terlihat dalam kegiatan kurve atau kerja bakti membersihkan dan merapikan lingkungan yang dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Bendungan RT 04 RW 02 tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Desa Lemah Duhur, Ujang Najmudin, dengan melibatkan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, Ketua RT dan RW, LPM, BPD, serta masyarakat setempat.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata. Selain itu, kurve juga menjadi upaya memperkuat kebersamaan antara pemerintah desa dan masyarakat dalam mendukung kemajuan wilayah.

Saat ditemui di lokasi kegiatan, Ujang Najmudin menyampaikan bahwa kurve merupakan salah satu bentuk kepedulian bersama terhadap kebersihan lingkungan sekaligus mendukung program pembangunan desa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga kebersihan dan kerapian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan semangat gotong royong, kita bisa mewujudkan wilayah yang lebih bersih, nyaman, dan tertata,” ujarnya.

Menurut Ujang, kegiatan kurve juga sejalan dengan upaya mendukung program Bupati Bogor, yakni Dayeuh Pajajaran, yang diarahkan untuk melestarikan budaya Sunda sekaligus mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Ia menilai Desa Lemah Duhur memiliki potensi alam yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Pemandangan Gunung Salak, hamparan persawahan di kanan dan kiri wilayah, serta aliran sungai dengan air yang jernih menjadi kekayaan alam yang berpotensi mendukung pengembangan kawasan Dayeuh Pajajaran.

“Desa Lemah Duhur memiliki potensi alam yang sangat baik. Pemandangan Gunung Salak, hamparan sawah, serta aliran air yang jernih menjadi daya tarik tersendiri. 
Kami berharap potensi ini dapat dikembangkan sehingga mampu menarik wisatawan dari luar daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat,” ungkapnya.

Ujang Najmudin berharap kegiatan kurve dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi kebiasaan positif di tengah masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata merupakan salah satu modal penting dalam mendukung pengembangan desa, termasuk sektor pariwisata dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur masyarakat, mulai dari ibu-ibu PKK, Karang Taruna, RT, RW, LPM, BPD, hingga warga Kampung Bendungan yang telah berpartisipasi dan menunjukkan antusiasme dalam kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat dan semua pihak yang telah ikut berpartisipasi. Semoga kebersamaan dan semangat gotong royong ini terus terjaga demi kemajuan Desa Lemah Duhur,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Ujang juga mengimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, merawat saluran air, serta ikut menjaga kelestarian alam dan budaya lokal.

Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat terus bersinergi dengan pemerintah desa dalam mewujudkan Desa Lemah Duhur yang bersih, asri, nyaman, dan memiliki daya tarik wisata, sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat melalui pengembangan UMKM lokal.

Melalui kegiatan kurve ini, Pemerintah Desa Lemah Duhur berharap budaya gotong royong tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekaligus menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan.
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment