-->
24 C
en
Search

Miris! Sekolah Rusak dan TK Terancam Tutup, Wajah Pendidikan Bogor Barat Disorot


BOGOR    | BIN.Net - Minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap kondisi pendidikan di Kabupaten Bogor kembali menjadi sorotan. Mulai dari fasilitas bangunan yang nyaris roboh di SDN Gunung Picung 4 hingga ancaman penutupan TK Lentera Jaya Makmur, 

Potret buram ini, memicu kritik keras terhadap efektivitas pengelolaan anggaran oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Rusliandy, menyatakan pihaknya akan segera mengambil langkah.

“Baik terima kasih, segera kami prioritaskan. Mohon maaf atas segala kekurangan,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp pada Kamis (9/4).

SDN Gunung Picung 4: Sekolah Rusak, Anak Belajar Tanpa Fasilitas Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gunung Picung 4 di Kecamatan Pamijahan, Bogor Barat, kini memprihatinkan. Bangunan sekolah rusak, plafon berlubang, ruang belajar tanpa meja dan kursi layak, serta lantai tanpa keramik membuat anak-anak harus belajar dalam keterbatasan.  

Ali Topan Vinayah, aktivis asal Pamijahan, menyoroti bahwa meski 30 persen wilayah sekolah masuk dalam program CSR Bonus Produksi Star Energy Geothermal, fasilitas sekolah tetap tidak memadai.  

"Sekolah ini seharusnya mendapat perhatian lebih, apalagi dana bagi hasil dari perusahaan besar sudah diterima Pemkab. Namun kenyataannya, anak-anak masih belajar dengan kondisi sangat terbatas," tegasnya.  

Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai efektivitas pengelolaan dana bagi hasil oleh pemerintah daerah.

TK Lentera Jaya Makmur: Harapan Warga yang Terancam Pupus. Di tempat lain, TK Lentera Jaya Makmur di Kecamatan Cigudeg menghadapi ancaman tutup. Sekolah gratis yang selama ini menjadi tumpuan 40 anak usia dini kini kehilangan sumber pendanaan setelah penutupan tambang andesit oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.  

Program CSR dari PT Batu Jaya Makmur yang selama ini menanggung seluruh kebutuhan siswa terhenti. Guru-guru tetap mengajar meski tanpa gaji, namun keberlangsungan sekolah semakin rapuh.  

"Kami tetap meyakinkan wali murid agar anak-anak terus belajar. Walau belum mendapat gaji, semangat mengajar tidak akan surut," kata Nisa, salah satu pengajar.  

Tanpa solusi transisi dari pemerintah, keberadaan TK Lentera Jaya Makmur terancam hilang, meninggalkan anak-anak tanpa akses pendidikan.

Harapan Masyarakat Dua kasus ini mencerminkan rapuhnya sistem pendidikan di Bogor Barat. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera turun tangan, memastikan dana CSR dan anggaran pendidikan benar-benar digunakan untuk memperbaiki fasilitas sekolah. Pendidikan yang layak adalah hak anak-anak, bukan sekadar janji.


Editor : Redaksi
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT