News
Peristiwa
Kepala SPPG Dramaga Babakan Disorot, Pegawai Ungkap Dugaan Perilaku Tak Pantas di Dapur
Bogor - Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dramaga Babakan, Kabupaten Bogor, Muhamad Mahpud, menjadi sorotan setelah muncul laporan pegawai terkait dugaan perilaku tidak pantas terhadap seorang relawan perempuan yang disebut telah menikah.
Seorang pegawai SPPG yang meminta identitasnya dirahasiakan mengungkapkan, sejumlah rekan kerja merasa risih dengan dugaan interaksi fisik antara Muhamad Mahpud dan relawan tersebut di lingkungan dapur.
“Beberapa rekan kerja merasa risih karena diduga ada perilaku seperti memegang tangan, mencubit pipi, hingga memegang pinggang. Menurut kami, hal seperti itu tidak pantas dilakukan di lingkungan kerja,” ungkap pegawai tersebut kepada redaksi ,Senin (19/10/2026
Selain itu, pegawai tersebut mempertanyakan kehadiran kepala SPPG dalam mengawasi operasional dapur. Ia mengklaim Muhamad Mahpud tidak selalu berada di lokasi karena mengurus pemasok untuk sejumlah dapur.
Sebelumnya, Muhamad Mahpud mengklarifikasi bahwa foto bersama relawan tersebut diambil sebelum perempuan itu menikah. Namun, tangkapan layar percakapan yang dihimpun redaksi diduga menunjukkan komunikasi personal masih berlangsung pada akhir Mei 2026. Muhamad Mahpud telah dimintai klarifikasi mengenai perbedaan waktu tersebut, tetapi belum memberikan penjelasan lanjutan.
Ketua Umum Mahasiswa Peduli Hukum, Ali Wardana, menegaskan bahwa dugaan pelanggaran etika di lingkungan pelayanan publik perlu ditindaklanjuti secara objektif.
“Jika dugaan ini benar dan terbukti melalui pemeriksaan, pihak berwenang harus bertindak tegas. Etika dan tanggung jawab profesional harus dijaga, terlebih dalam pelayanan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat dan anak-anak,” tegas Ali.
Ia mendorong pihak pengelola dan instansi terkait melakukan evaluasi serta memberikan sanksi sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
SPPG Dramaga Babakan berada di bawah naungan Kepala Kepala BGN dan bermitra dengan Yayasan Nutrisi Anak Indonesia. Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak yayasan dan instansi terkait.
Redaksi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak untuk menjaga keberimbangan pemberitaan. (**)
Via
News

Post a Comment