-->
24 C
en
Search

Peresmian Tugu Kujang di Saung Penca, Kades Banjarwangi Dapat Penghormatan

KAB.BOGOR | BIN.Net  - Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai peresmian Tugu Kujang di Padepokan Saung Penca, Kampung Tarikolot, Desa Cimande Jaya, Kabupaten Bogor, Minggu (23/8/2026).

Peresmian tersebut bertepatan dengan Milangkala ke-11 Padepokan Saung Penca dan dihadiri sejumlah tokoh serta sesepuh perguruan silat Cimande dari berbagai daerah. 

Para murid Saung Penca turut hadir memeriahkan kegiatan yang menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus menjaga kelestarian seni budaya pencak silat Cimande.

Salah satu tokoh yang hadir dalam kegiatan tersebut adalah Prasetio, yang akrab disapa Fras, Kepala Desa Banjarwangi, Kecamatan Ciawi. Kehadirannya mendapat penghormatan khusus dari sesepuh Padepokan Saung Penca karena Prasetio merupakan alumni Saung Penca.

Sesepuh Saung Penca, Bah Didih, menjelaskan bahwa keberadaan Tugu Kujang di Cimande memiliki makna dan amanat tersendiri dari para sesepuh di Malasari.

“Kenapa Tugu Kujang ini harus berdiri di Cimande, karena ada alasan dan amanat dari sesepuh Malasari,” ujar Bah Didih.

Menurutnya, sebelum Tugu Kujang tersebut didirikan di Cimande, dirinya telah bersilaturahmi ke wilayah Malasari sekaligus mengantarkan pusaka kujang. Namun, para sesepuh di Malasari menyampaikan pesan agar kujang tersebut terlebih dahulu dipasangkan di Cimande.

“Saya sudah bersilaturahmi ke Malasari dan mengantarkan pusaka kujang. Namun, di sana disampaikan bahwa kujang belum akan dipasangkan sebelum terlebih dahulu dipasangkan di Cimande. 

Alhamdulillah, hari ini Tugu Kujang tersebut bisa diresmikan di Padepokan Saung Penca Cimande,” jelasnya.

Bah Didih berharap keberadaan Tugu Kujang yang menjadi simbol ketajaman dan kekuatan tersebut dapat semakin mengingatkan seluruh keluarga besar Saung Penca untuk menjaga tradisi serta melestarikan budaya warisan leluhur.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan dan para sesepuh Cimande yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan peresmian Tugu Kujang dan Milangkala ke-11 Padepokan Saung Penca.

Sementara itu, Prasetio atau Fras mengaku bangga dapat kembali hadir dalam kegiatan Milangkala ke-11 sekaligus peresmian Tugu Kujang di padepokan yang pernah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

“Alhamdulillah, saya bisa hadir di acara Milangkala ke-11 Padepokan Saung Penca sekaligus peresmian Tugu Kujang. Saya dengan keluarga Saung Penca sudah merasa seperti keluarga sendiri dan menganggap para sesepuh sebagai orang tua,” ungkap Prasetio.

Ia mengatakan, setiap tahun dirinya berupaya menyempatkan waktu untuk bersilaturahmi dengan Bah Didih dan keluarga besar Saung Penca.
Dalam kesempatan tersebut, Prasetio juga merasa bangga karena dapat turut memberikan trofi sebagai hadiah kepada para juara pencak silat anak-anak didik Saung Penca. Selain itu, dirinya mendapat kehormatan untuk ikut dalam prosesi peresmian Tugu Kujang.

“Semoga keluarga besar Padepokan Saung Penca semakin maju dan tetap konsisten menjaga serta melestarikan seni dan budaya warisan leluhur,” pungkasnya.

Peresmian Tugu Kujang dan Milangkala ke-11 tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Saung Penca untuk terus menjaga nilai-nilai tradisi, memperkuat silaturahmi antarsesepuh dan perguruan, serta meneruskan warisan budaya pencak silat Cimande kepada generasi muda.


  • Laporan   :  Nurman.N

  • © Barometer Indonesia News
Older Posts No results found
Newer Posts

Post a Comment