-->
24 C
en
Search

Modus Edaran di SMP Negri 1 Rancabungur: Studi Tour Rp700 Ribu, Siswa dan Wali Murid di Ancaman Nilai Jelek

KAB.BOGOR   |  BIN.Net - Pendidikan di SMP Negeri 1 Rancabungur Desa Sasirgaok, Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, tengah menjadi perhatian publik. Hal ini dipicu oleh adanya Surat Edaran Training Plus (ETP) yang dianggap memaksa ratusan siswa dan wali murid untuk mengikuti kegiatan dengan biaya yang cukup besar.  

Isi Surat edaran bernomor 400.3.5.1/043/20200659 tertanggal 7 April 2026 ditujukan kepada wali murid kelas. Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa program Education Training Plus (ETP) merupakan tindak lanjut hasil rapat bersama komite dan orang tua siswa.  

Program ini disebut sebagai aktivitas pendidikan yang mengintegrasikan kurikulum formal dengan alam dan pembentukan karakter. Mata pelajaran seperti seni, sains, bahasa, sejarah, dan geografi dikombinasikan dengan kegiatan mengenal alam. Tujuannya adalah memberikan pengalaman nyata di luar kelas, bukan sekadar teori.  

Namun, isi surat juga menekankan bahwa setiap siswa diwajibkan membayar Rp700.000 untuk kegiatan studi tour ke Bandung pada Senin, 25 Mei 2025.  

Keluhan Wali Murid

Sejumlah wali murid menyampaikan keberatan atas kewajiban tersebut. Seorang wali murid mengatakan kepada wartawan pada Rabu, 13 Mei 2026:
  
"Studi tour bayar Rp700 ribu ke Bandung. Murid yang tidak ikut diancam dikeluarkan dan tidak naik kelas atau nilainya jelek."ujarnya 

Lebih lanjut, wali murid itu menambahkan: "Rapat itu enggak ada, sekalinya ada pertemuan para wali murid gak boleh nyalahin handphone."sambungnya 

Klarifikasi Pihak Sekolah Pihak sekolah melakukan sosialisasi melalui surat edaran yang ditandatangani Kepala Sekolah, Drs. Khodijah, dengan kop surat resmi. Namun, setelah ramai diperbincangkan, muncul klarifikasi dari komite sekolah melalui surat bernomor 001/Komite/SMP Negeri Rancabungur/2026 yang ditandatangani Ketua Komite, Aang Syahbana.  

Sorotan Publik Kasus ini menimbulkan sorotan karena adanya dugaan intimidasi terhadap siswa dan wali murid. Program yang seharusnya mendukung pembelajaran karakter dan pengalaman nyata justru dipandang sebagai bentuk pemaksaan dengan beban biaya yang tidak semua orang tua mampu tanggung.

diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari pihak Sekolah SMP Negeri 1 Rancabungur maupun dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor.***
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT