-->
24 C
en
Search

Setelah Dikeluhkan Pengendara, Jalan Karehkel Leuwiliang yang Rusak Mulai Ditambal Bertahap

LEUWILIANGBIN.Net  - Keluhan warga terkait kondisi rusak di ruas Jalan Karehkel, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, akhirnya mendapat respons dari pihak terkait. Sebelumnya, jalan tersebut dikeluhkan karena dipenuhi lubang dan dinilai membahayakan keselamatan para pengguna jalan yang melintas.

Menanggapi laporan tersebut, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Leuwiliang, Aldino, memastikan timnya telah mulai melakukan pekerjaan pemeliharaan berupa tambal sulam di sejumlah titik jalan rusak. Saat ini, pengerjaan dilakukan secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

"Tim kami baru mengerjakan daerah ruas jalan Pasir Ipis dahulu dan setelah itu akan beralih ke Karehkel," katanya saat dikonfirmasi, Rabu (13/5).

Secara terpisah, Kabid Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Bogor, Gantara, menjelaskan bahwa ruas jalan yang dimaksud merupakan jalur Leuwiliang–Kampung Sawah. Menurutnya, pekerjaan pemeliharaan memang dilakukan bertahap, dimulai dari beberapa titik prioritas sebelum berlanjut ke ruas lainnya.

"Untuk jadwal pemeliharaan tambal sulam memang kami mulai dari Leuwiliang - Pasir Ipis - Garehong terlebih dahulu baru berpindah ke ruas yang lain," ujarnya.

Ia menambahkan, titik kerusakan yang berada di Desa Karehkel, tepatnya di ruas Leuwiliang–Kampung Sawah, kini sudah mulai ditangani oleh tim di lapangan.

"Bahwa titik yang dimaksud berada di Desa Karehkel pada ruas jalan Leuwiliang-Kp. Sawah, hari ini tim kami sudah mulai tambal sulam di titik Desa Karehkel tersebut," ujar 

Sebelumnya, kondisi Jalan Karehkel sempat menuai keluhan dari warga karena banyaknya lubang di badan jalan yang dinilai membahayakan pengendara. Jalur alternatif yang menghubungkan Kecamatan Leuwiliang dengan Kecamatan Rumpin itu disebut telah lama mengalami kerusakan tanpa perbaikan.

Kerusakan terlihat di sejumlah titik, khususnya di wilayah Desa Karehkel. Permukaan jalan tampak berlubang dan mengalami cekungan sehingga kondisi jalan menjadi tidak rata dan berisiko bagi pengendara, terutama roda dua.

Diduga, kerusakan terjadi setelah lapisan aspal pada beton penutup saluran air terkelupas akibat curah hujan. Kondisi itu membuat permukaan jalan menjadi lebih rendah dibandingkan area di sekitarnya.

Salah seorang warga setempat, Deden, mengatakan jalan rusak tersebut kerap menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara yang melaju dengan kecepatan cukup tinggi.

“Iya, kemarin ada kakek-kakek yang mengalami kecelakaan sampai harus diurut. Tidak tahu patah tulang atau tidak. Dalam seminggu pasti ada saja kejadian,” ujar Deden kepada wartawan, Selasa (12/5/2026).

Keluhan serupa juga datang dari seorang pengendara yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk berangkat bekerja. Ia mengaku kondisi jalan menjadi lebih berbahaya saat hujan turun karena lubang tertutup genangan air dan sulit terlihat.

“Ngebahayain emang kalau jalan rusak begini, apalagi kalau pas hujan turun lubang jalan jadi gak keliatan. Ya adanya yang jatuh mah,” ungkap pengendara yang enggan disebutkan namanya.



Editor   :  Redaksi 
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT