Artikel
Rahasia di Balik 40 Tahun: Mengapa Tuhan Memilih Jalan Memutar?
Barometer Indonesia News - Pernahkah Anda merasa hidup Anda sedang berjalan di tempat? Atau mungkin Anda bertanya-tanya mengapa sebuah impian yang seharusnya bisa dicapai dalam hitungan bulan, justru memakan waktu bertahun-tahun?
Kisah bangsa Israel adalah cermin klasik bagi kita. Secara geografis, jarak dari Mesir ke Kanaan hanya sekitar 400 kilometer. Jika berjalan kaki normal, perjalanan itu hanya butuh waktu 11 hingga 40 hari. Namun, kenyataannya mereka menghabiskan waktu 40 tahun.
Mengapa Tuhan membiarkan "rute singkat" menjadi "perjalanan seumur hidup"? Mari kita bedah dari tiga sisi:
1.Sisi Teologis: Mengikis "Mesir" dari Dalam Hati
Secara fisik, bangsa Israel sudah keluar dari Mesir hanya dalam satu malam setelah tulah kesepuluh. Namun, secara mental dan spiritual, "Mesir" belum keluar dari hati mereka.
Mentalitas Budak: Selama 400 tahun dijajah, bangsa Israel terbiasa bergantung pada perintah tuan mereka. Mereka punya mentalitas pengecut dan mudah mengeluh.
Pemurnian Iman: 40 tahun adalah masa sekolah iman. Tuhan ingin mereka belajar bahwa Dia bukan sekadar pembebas, tapi juga penyedia. Di padang gurun, tidak ada toko atau ladang; yang ada hanyalah manna dari langit. Mereka harus belajar percaya setiap hari.
Introspeksi: Tuhan lebih tertarik pada siapa diri Anda (karakter) daripada ke mana Anda pergi (tujuan)
2.Sisi Filosofis: Proses adalah Tujuan
Kita sering menganggap perjalanan sebagai hambatan untuk mencapai tujuan. Namun dalam kacamata ilahi, perjalanan itu sendiri adalah tujuannya.
Kedewasaan Butuh Waktu: Tidak ada pohon besar yang tumbuh dalam semalam. Masa 40 tahun adalah waktu yang dibutuhkan untuk mengganti generasi yang tidak percaya dengan generasi baru yang berani dan tangguh.
Menghargai Pemberian: Sesuatu yang didapat terlalu mudah biasanya tidak dihargai. Jika mereka sampai di Kanaan dalam 11 hari, mereka mungkin akan menganggap itu hasil kekuatan sendiri dan segera melupakan Tuhan. Padang gurun mengajarkan mereka arti kerendahan hati.
3.Sisi Praktis: Persiapan Menghadapi Peperangan
Tuhan tahu kapasitas manusia. Dalam kitab suci disebutkan bahwa Tuhan tidak membawa mereka melalui jalan pintas (jalur perdagangan Filistin) karena mereka akan gentar saat melihat peperangan dan ingin kembali ke Mesir.
Latihan Mental: Tanah Kanaan bukanlah tanah kosong yang siap dihuni. Di sana ada raksasa dan bangsa-bangsa kuat.
Strategi Bertahan Hidup: Di padang gurun, mereka belajar berorganisasi, mendirikan kemah, dan membentuk struktur pemerintahan. Mereka masuk ke Kanaan bukan sebagai rombongan pengungsi yang kacau, melainkan sebagai sebuah bangsa yang teratur.
Kesimpulan untuk Kita Hari Ini
Jika saat ini Anda merasa sedang berada di "padang gurun" dan tujuan terasa sangat jauh, ingatlah ini: Tuhan tidak pernah tersesat. Dia tidak sedang menghukum Anda dengan waktu yang lama, Dia sedang mempersiapkan Anda.
Mungkin Anda bisa sampai ke tujuan dalam 40 hari, tapi apakah karakter Anda siap memegang berkat itu saat tiba di sana?
Kadang, Tuhan memilih jalan yang memutar agar saat kita sampai di "Kanaan" kita, kita tidak hancur oleh kesuksesan kita sendiri.
Oleh : Pdm. Andre Yosua M
Editor : Adhie
Via
Artikel

Post a Comment