24 C
en

Mengapa Orang yang Bisa Diatur Adalah Calon Pemimpin Masa Depan?

Barometer Indonesia News - Dalam bayangan banyak orang, seorang pemimpin adalah sosok yang berdiri di depan, memberi perintah, dan tidak tunduk pada siapa pun. Namun, sejarah dan manajemen organisasi membuktikan hal sebaliknya: Pemimpin yang paling efektif adalah mereka yang dulunya—dan tetap bisa—diatur.

Kemampuan untuk "diatur" atau dipimpin (trainable/coachable) bukanlah tanda kelemahan, melainkan fondasi utama dari karakter kepemimpinan. Berikut adalah alasan mengapa kemampuan ini menjadi indikator kuat calon pemimpin hebat:

1.Memahami Struktur dan Kedisiplinan

Seorang calon pemimpin yang bisa diatur menunjukkan rasa hormat terhadap sistem dan struktur. Mereka memahami bahwa sebelum bisa membuat aturan yang efektif, mereka harus terlebih dahulu merasakan bagaimana rasanya hidup di bawah aturan tersebut. Kedisiplinan ini akan terbawa saat mereka naik jabatan, menjadikan mereka pemimpin yang terukur dan tidak sewenang-wenang.

2.Memiliki Kerendahan Hati untuk Belajar (Coachability)

Orang yang "bisa diatur" biasanya memiliki ego yang terkendali. Mereka bersedia menerima masukan, kritik, dan arahan dari atasan maupun rekan kerja. Dalam dunia yang terus berubah, kemampuan untuk belajar kembali (re-learning) adalah aset terbesar. Pemimpin yang merasa "sudah tahu segalanya" justru sering kali menjadi penghambat kemajuan timnya.

3.Menguasai Empati Operasional

Dengan menjadi pengikut (follower) yang baik, seseorang belajar merasakan tekanan, tantangan, dan harapan yang dimiliki oleh anggota tim. Kelak, saat ia memimpin, ia memiliki "empati operasional." Ia tidak akan memberikan instruksi yang mustahil karena ia pernah berada di posisi orang yang menerima instruksi tersebut.

4.Membangun Kepercayaan Melalui Loyalitas

Kepemimpinan adalah soal kepercayaan. Seseorang yang menunjukkan bahwa ia bisa diandalkan dan selaras dengan visi organisasinya saat ini sedang membangun reputasi. Atasan cenderung mempromosikan mereka yang terbukti bisa bekerja sama dalam tim dan mendukung visi besar, bukan mereka yang selalu membangkang tanpa alasan yang konstruktif.

5.Menghargai Otoritas Secara Proporsional.

Hanya orang yang tahu cara menghormati otoritas yang akan tahu cara menggunakan otoritas dengan bijak. Calon pemimpin yang bisa diatur memahami bahwa kepemimpinan bukanlah tentang kekuasaan mutlak, melainkan tentang tanggung jawab terhadap tugas yang diberikan."He who has never learned to obey cannot be a good commander."
— Aristoteles

Kesimpulan

Menjadi orang yang "bisa diatur" bukan berarti menjadi "yes-man" atau robot tanpa pemikiran sendiri. Sebaliknya, itu berarti memiliki kecerdasan emosional untuk menyelaraskan diri dengan tujuan organisasi, disiplin dalam eksekusi, dan kerendahan hati untuk dibentuk. Jika Anda bisa dipimpin dengan baik hari ini, Anda sedang membangun fondasi untuk memimpin dengan hebat esok hari.

"Qui non didicit oboedire, non potest imperare." Artinya: "Siapa yang tidak belajar untuk taat, tidak akan mampu memerintah."

Oleh: Prof.Andre Yosua M 

Editor  :  Adhie 
Older Posts
Newer Posts
Barometer Indonesia News
Barometer Indonesia News PT.BAROMETER MEDIA TAMA

Post a Comment

Advertisment
- Advertisement -