News
Pendidikan
Peristiwa
Gelorakan Semangat Pramuka dan HUT RI ke-81, Yayasan Bahrul Ulum Deklarasikan Gerakan Anti-Bullying Bersama IPDA Purnomo
LAMONGAN | BIN.Net - Dalam momentum peringatan HUT Ke-81 Republik Indonesia dan Hari Jadi Pramuka ke-65, Yayasan Islam Bahrul Ulum (YBU) Blawi menggelar kegiatan edukatif berskala besar yang berfokus pada "Pencegahan dan Dampak Perundungan (Bullying) di Sekolah", Kamis (13/08/2026).
Berlokasi di Masjid Darussalam, Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun, Kabupaten Lamongan, acara ini dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan seperti H. Khoirul Anam dan H. Agus Salim, dewan guru, serta ratusan siswa-siswi dari tingkat MI, MTs, hingga MA.
Edukasi Bahaya Perundungan dan Pesan Empati
Hadir sebagai pemateri utama, IPDA Purnomo—sosok polisi yang dikenal aktif dalam aksi sosial dan kemanusiaan—memberikan pemaparan komprehensif terkait bahaya perundungan dari kacamata psikologis, sosial, maupun hukum.
Di hadapan ratusan anggota Pramuka dan pelajar Bahrul Ulum, IPDA Purnomo menekankan pentingnya membangun rasa empati serta melarang keras segala bentuk perundungan, terutama terhadap anak-anak dari keluarga kurang mampu.
"Sekolah harus menjadi tempat yang paling aman dan nyaman untuk belajar serta bertumbuh. Tidak boleh ada tempat untuk tindakan perundungan atau perundungan siber di kalangan pelajar.
Terhadap saudara atau teman kita yang kurang mampu, jangan pernah sekalipun menghina apalagi mem-bully mereka. Kita harus saling merangkul, menguatkan, dan menjunjung rasa empati," tegas IPDA Purnomo.
Momen Haru Reuni Guru dan Murid
Mewakili pengurus yayasan, H. Khoirul Anam, didampingi H Agus Salim mengungkapkan rasa bangga yang mendalam atas kehadiran IPDA Purnomo. Selain memberikan dampak edukatif yang besar bagi para siswa, momen ini juga menjadi ajang nostalgia yang mengharukan.
"Pak Purnomo ini adalah sosok polisi yang sangat low profile meskipun namanya sudah mendunia. Beliau adalah murid saya sewaktu SMP.
Tentu sebagai guru, saya merasa sangat bangga melihat ada murid yang prestasinya dan kemanfaatannya bagi masyarakat mampu melampaui para gurunya," tutur H. Khoirul Anam
.
Diskusi Interaktif dan Dorongan Berani Speak Up
Suasana sosialisasi berlangsung sangat hidup dan interaktif saat memasuki sesi dialog dua arah. Para siswa dari tingkat MI, MTs, hingga MA tampil kritis dan berani mengajukan pertanyaan seputar pencegahan bullying hingga solusi hukum jika mendapati kasus perundungan di sekitar mereka.
IPDA Purnomo pun mengajak seluruh peserta didik untuk tidak takut menyuarakan kebenaran dan berani melapor (speak up) apabila melihat atau mengalami tindakan bullying.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Islam Bahrul Ulum Blawi berkomitmen untuk terus menciptakan ekosistem madrasah yang ramah anak, berkarakter, serta bebas dari perundungan.
Rangkaian acara diakhiri dengan sesi ramah tamah dan foto bersama seluruh elemen sekolah.
- Laporan : Bed
Via
News

Post a Comment