-->
24 C
en
Search

Dinkes Bogor Observasi 24 Siswa Diduga Keracunan Makanan Bergizi Gratis di Dramaga


BOGOR  |  BIN.Net  - Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor (Sekdinkes) menanggapi kasus dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa di Dramaga.

“Di Puskesmas Dramaga kita menerima anak-anak sekolah yang memang dari sore kita observasi, dan sampai terakhir tadi ada 1 orang yang dibawa pulang,” ujar Gapur, Kamis (06/08/2026).

Menurutnya, secara klinis rata-rata hasil observasi menunjukkan adanya riwayat konsumsi makanan yang dibagikan siang hari. 

“Jadi dari total yang datang, ada 24, 1 sudah pulang, dan alhamdulillah sudah kita observasi dan alhamdulillah sudah membaik walaupun ada 1 yang ada gejala muntah. Tapi pada umumnya sudah dalam kondisi membaik,” paparnya.

Gapur menambahkan, sampel makanan sudah diamankan.

“Dalam waktu 2-3 hari sudah keluar hasilnya apakah tercemar atau tidak,” jelasnya.Pasien berasal dari beberapa sekolah: SDN Ciherang 01 sebanyak 19 orang, SDN Ciherang 02 satu orang, SDIT Darul Hijri dua orang, serta satu pasien dari Posyandu. “Makanannya dari satu dapur yang sama,” sambungnya.

Jenis makanan yang dikonsumsi antara lain nasi putih, telur balado, tempe goreng, tumis wortel, jagung, brokoli, dan buah anggur. “Nama dapurnya dari SPPG Dramaga Ciherang 02,” ujarnya.Puskesmas Dramaga, kata Gapur, siaga 24 jam.

 “Kebetulan Puskesmas Dramaga sudah 24 jam, di sini standby petugas dan tenaga medis, karena wilayahnya berdekatan, sehingga sudah dibagi piketnya,” jelasnya.

Ia meminta koordinasi dengan pihak kecamatan jika ada gejala baru. “Kalau ada lagi yang mengalami gejala seperti mual, pusing, kita berkoordinasi dengan pak camat, mohon bantuannya untuk sama-sama memberikan informasi, segera dibawa ke sini,” paparnya.

Terkait dapur penyedia MBG, pihaknya menegaskan evaluasi tetap dilakukan. 

“Kalau misalkan ada kejadian serupa, kita tetap menginstruksikan kepada SPPG untuk mengevaluasi sementara. Kita juga berkoordinasi dengan SPPG terkait,” tegasnya.

Gapur menutup dengan optimisme. “Kalau dari sisi gejala, kalau lebih dari 6 jam mudah-mudahan tidak ada lagi, tapi kita tetap memonitor 488 orang yang diberikan MBG dari dapur tersebut,” tungkasnya 


  • Editor   :  Redaksi 
Older Posts
Newer Posts

1 comment