-->
24 C
en
Search

Padamnya PJU di Ruas Jalan Nasional Jasinga - Cigudeg Jadi Sorotan, Ketua MPI Jasinga Angkat Bicara

BOGOR | BIN.Net - Padamnya sejumlah lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di ruas Jalan Nasional Jasinga-Cigelung kembali menjadi sorotan setelah diduga berkontribusi terhadap1 terjadinya kecelakaan lalu lintas di kawasan Tikungan Tugu Pramuka, Desa Kalongsawah, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (5/7) sekitar pukul 19.00 WIB. Kecelakaan melibatkan sebuah truk pengangkut ayam potong yang saat itu dalam kondisi kosong dengan sebuah mobil Mitsubishi Xpander.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut. Kedua belah pihak memilih menyelesaikan persoalan secara musyawarah dengan kerugian yang ditimbulkan sebatas kerusakan kendaraan.

Ketua MPI PK KNPI Jasinga, Abdul Napis, menilai kondisi jalan yang minim penerangan tidak boleh terus dibiarkan. Ia meminta instansi yang berwenang segera mengambil langkah konkret untuk mengembalikan fungsi PJU di jalur nasional tersebut.

"Ini harus menjadi perhatian serius. Alhamdulillah pada kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun jangan menunggu sampai terjadi kecelakaan yang lebih fatal. PJU di lokasi tersebut harus segera diperbaiki," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (10/7).

Pria yang juga Tokoh Masyarakat Desa Kalongsawah itu menyampaikan, keberadaan PJU merupakan bagian penting dari aspek keselamatan pengguna jalan, terutama di titik-titik rawan seperti tikungan dan jalur dengan tingkat mobilitas kendaraan yang tinggi.

Sebelumnya, sejumlah PJU di sepanjang ruas Jalan Nasional Jasinga-Cigelung dilaporkan telah padam selama hampir dua bulan. Hingga kini, belum terlihat adanya penanganan yang mampu mengembalikan penerangan di jalur tersebut.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, padamnya PJU bukan disebabkan kerusakan teknis semata, melainkan berkaitan dengan kendala administratif pembayaran tagihan listrik antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan dan PLN.

Manager PLN ULP Leuwiliang, Riyansyah, sebelumnya membenarkan adanya pemutusan pasokan listrik untuk PJU yang merupakan aset BPTJ.

"Terkait PJU, itu merupakan aset BPTJ. Pemutusan dilakukan karena adanya kendala pembayaran dari BPTJ yang sudah berlangsung sekitar lima bulan," kata Riyansyah, Senin (18/5/2026) lalu.

Ia menjelaskan, pemutusan dilakukan sesuai prosedur setelah terdapat tunggakan pembayaran. Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya terjadi di wilayah Leuwiliang, tetapi juga mencakup sejumlah ruas jalan di Bogor Barat hingga Jasinga dan Tenjo.

"Cukup banyak yang terdampak. Nilainya mencapai jutaan rupiah dan tersebar di beberapa wilayah, tidak hanya Leuwiliang, tetapi juga Jasinga sampai Tenjo," jelasnya.

Padamnya PJU di jalur nasional tersebut kini dinilai tidak lagi sekadar persoalan administrasi, melainkan telah menyangkut aspek keselamatan masyarakat. Berbagai pihak berharap persoalan pembayaran antara BPTJ dan PLN segera diselesaikan agar penerangan jalan kembali berfungsi dan potensi kecelakaan dapat diminimalkan.


  • Editor   :  Redaksi 
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT