-->
24 C
en
Search

DPK KNPI Jasinga, FKBP Bogor Barat, KMJ, hingga PMII Kabupaten Bogor Bersatu Soroti PJU Gelap Gulita

KAB.BOGOR  | BIN.Net  - Kamis, 21 Mei 2026, aksi demonstrasi PMMI Kabupaten Bogor di halaman Tegar Beriman Cibinong mendadak jadi pusat perhatian. Puluhan mahasiswa turun ke jalan membawa tuntutan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.  

Sorotan utama adalah ratusan lampu PJU mati di berbagai ruas jalan milik Pemkab Bogor, Provinsi, hingga jalan nasional di wilayah Bogor Barat. Kondisi ini dinilai mencerminkan terbengkalainya fasilitas publik.  

Tak berhenti di situ, PMMI juga menyoroti pelayanan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur publik yang masih bermasalah. Mereka mendesak penghentian penggusuran serta intimidasi terhadap masyarakat, pengaktifan kembali BPJS PBI untuk warga miskin, serta perbaikan pelayanan di RSUD dan Puskesmas.  

Aksi ini viral setelah diunggahan vidio bogorplus.id dan dikutip Jabaronline.com, memperkuat posisi PMMI sebagai orasi lantang dan isu yang menyentuh sosial langsung kepentingan rakyat, demonstrasi ini bukan sekadar protes, melainkan momentum panas yang mengguncang panggung politik lokal Kabupaten Bogor."tegasnya demonstrasi dari organisasi PMMI Kabupaten Bogor. 

Sebelumnya ramai diberitakan jadi sorotan publi dari Ketua DPK KNPI Jasinga dan Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat beberapa waktu lalu.  

Jalan yang gelap gulita yang Menyimpan Resah Di ruas jalan Nasional dan Kabupaten Bogor bagian barat, dari Kecamatan Leuwiliang, Lewisadeng, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, hingga Tenjo, ratusan tiang PJU berdiri kaku tanpa cahaya. Lampu-lampu itu disegel PLN akibat tunggakan listrik. Malam hari, jalur vital ini berubah menjadi lorong gelap yang menelan ribuan kendaraan setiap harinya. Bagi warga, kegelapan bukan sekadar suasana, melainkan ancaman nyata.

Risiko Sosial
 
  • Jalan ini adalah akses utama menuju rumah sakit, sekolah, pasar, dan kantor pemerintahan. 

  • Minim penerangan meningkatkan potensi kecelakaan, terutama bagi pengendara motor.  

  • Kegelapan membuka peluang kriminalitas, membuat warga was-was setiap melintas. 

  • Suara KNPI Ama Dery, Ketua DPK KNPI Jasinga, menegaskan jalur Jasinga–Cigelung sudah lama gelap gulita. “Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak,” ujarnya lantang.

  • Pernyataan ini mencerminkan keresahan masyarakat yang merasa dianaktirikan dibanding wilayah perkotaan yang terang benderang.

Aktivis FKBP Bogor Barat Angkat Suara, Bram Suryadi dari Kecamatan Nanggung dan Ilyas Sunarya dari Sukajaya menyoroti fenomena “patung besi” PJU. Mereka mempertanyakan ke mana larinya anggaran APBD dan APBN.

“Hasil pajak rakyat seharusnya kembali untuk rakyat, bukan membuat jalan semakin gelap,” tegas mereka dengan nada kecewa.

Titik Rawan

Lebak Panjang Kecamatan Jasinga Kabupaten Bogor bagian barat perbatasan Lebak Banten dan Simpang Curug. Desa Wirajaya hingga sepanjang jalan Kecamatan Cigudeg ke Jasinga. 

Kemudian PJU Pemkab Bogor di ruas jalan Ace Tabrani Kecamatan Nanggung dan Kecamatan Cigudeg dan Sukajaya. 

Pola penerangan tidak merata: ada titik terang, lalu kembali gelap gulita. Bahkan ada lampu yang menyala, tapi cahayanya redup."tegasnya Ama Dery Ketua DPK KNPI Jasinga dan Bram Suryadi aktivis dari pemuda asal Kecamatan Nanggung dan Ilyas Sunarya aktivis dari pemuda asal Kecamatan Sukajaya dari Forum Komunikasi Bumi Putra (FKBP) Bogor Barat. Minggu 17, Mei, 2026 

Dikonfirmasi. Jum'at 15, Mei, 2026 yang lalu. Dishub Angkat Bicara Seorang staf UPT Dishub Wilayah V Jasinga menyebut masalah ini terjadi karena pusat belum membayar tagihan PLN.

Sejak awal pembangunan, PJU memang belum menyala. Rapat di Kemenhub membahas pemindahan aset dari BPTJ ke BPTD Wilayah I, namun anggaran pemeliharaan dan pembayaran listrik belum tersedia.

Simbol Absennya Negara Fenomena “patung besi” di Bogor Barat bukan sekadar soal lampu jalan. Ia adalah simbol absennya negara dalam menjamin keselamatan warganya.

Jalan Nasional dan Pemkab Bogor seharusnya menjadi urat nadi pembangunan, bukan lorong gelap yang menebar ancaman. KNPI dan Aktivis FKBP Bogor Barat kini berdiri di garis depan, menyalakan alarm publik agar pemerintah segera bertindak sebelum kegelapan menelan korban.

Selain itu sorotan publik pun datang dari Komunitas Mahasiswa Jasinga (KMJ) Minta Diskresi Pemerintah atas PJU Padam di Jalan Raya Nasional Bogor Barat.

Penerangan Jalan Umum (PJU) di Ruas Jalan Nasional Jasinga - Cigelung dilaporkan terdapat beberapa PJU 
padam sejak beberapa waktu terakhir. Kondisi itu menyebabkan kawasan tersebut gelap gulita pada malam hari.

Padamnya lampu jalan disebut bukan akibat kerusakan teknis, melainkan karena kendala administratif pembayaran tagihan listrik antara pihak Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dan PLN. Akibatnya, pasokan listrik untuk PJU di jalur vital tersebut terhenti.

Kondisi ini memicu keresahan masyarakat dan para pengguna jalan. Selain mengurangi jarak pandang pengendara di malam hari, ruas jalan yang dikenal memiliki kontur berkelok dinilai rawan memicu kecelakaan lalu lintas apabila minim penerangan.

Warga juga mengkhawatirkan meningkatnya potensi tindak kriminalitas jalanan di titik-titik yang gelap dan sepi, termasuk aksi begal yang kerap terjadi pada malam hari.

Koordinator Komunitas Mahasiswa Jasinga ( KMJ) Hafizhh Izzulhaq, mengkritik lambannya penanganan persoalan tersebut. Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikorbankan hanya karena persoalan administrasi antar instansi pemerintah.

“Keselamatan nyawa manusia tidak seharusnya digadaikan hanya karena urusan regulasi atau keterlambatan anggaran antar-lembaga negara,” ujar Hafizhh dalam keterangannya, Rabu (20/05/2026).

Ia mendesak pemerintah segera mengambil langkah diskresi agar penerangan jalan dapat kembali dinyalakan tanpa harus menunggu proses birokrasi yang panjang.

“Urgensi keamanan di lapangan sudah masuk kategori darurat bagi masyarakat Bogor Barat,” katanya.

Sebelumnya, Manager PLN ULP Leuwiliang, Riyansyah membenarkan adanya pemutusan PJU di sepanjang Jalan Raya Leuwiliang dan beberapa wilayah Bogor Barat lainnya.

Menurutnya, pemutusan listrik pada PJU tersebut disebabkan adanya kendala pembayaran oleh Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Kementerian Perhubungan.

"Terkait PJU, itu merupakan aset BPTJ, sementara pemutusan dilakukan lantaran adanya kendala pembayaran dari BPTJ dari 5 bulan ini," ungkapnya Senin (18/05/2026).

Riyan mengaku tidak mengetahui pasti terkait penyebab adanya tunggakan pembayaran oleh BPTJ. Namun BPTJ menyerahkan hal tersebut ke PLN, sehingga secara prosuder PLN melakukan pemutusan listrik di PJU di wilayah Bogor Barat.

Meski demikian, pihaknya tidak mengetahui pasti terkait jumlah PJU yang dilakukan pemutusan listrik.

"Cukup banyak (pemutusan listrik PJU), nilainya bisa sampai jutaan, dan itu tersebar di beberapa wilayah, tidak hanya Leuwiliang, Lewisadeng, Cigudeg namun sampai ke wilayah Jasinga, sampai ke Tenjo," jelasnya.

Lantaran nilainya yang cukup besar, PLN UPL Leuwiliang pun berharap adanya penyelesaian dari pihak BPTJ. Sehingga PJU yang dilakukan pemutusan listrik, dapat kembali dinyalakan.

"Namun sampai dengan saat ini kami belum dapat informasi terkait penyelesaian administrasi karena ini ada di level pusat," tandas Riyansyah.

Sekedar informasi, sepanjang Ruas Jalan Nasional Jasinga - Cigelung ditemukan masih banyak Lampu Penerang Jalan (PJU) mati yang menyebabkan situasi jala menjadi gelap gulita, pada Kamis (14/05/2026).

Situasi tersebut dikhawatirkan terhadap kenyamanan para pengendara saat melintasi jalan tersebut.

Tak hanya itu, resiko kecelakaan, aksi kriminalitas atau pembegalan bisa menghantui para pengendara.***


  • Editor    :  Redaksi 
Older Posts
Newer Posts

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT