-->
24 C
en
Search

Perbedaan Waktu Lebaran, Membawa Konsekuensi Nyata bagi Pedagang Musiman.

LEWILIANG   |  BIN.Net  – Perbedaan waktu perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah tahun ini membawa konsekuensi nyata bagi para pedagang musiman. Momentum yang biasanya menjadi ladang rezeki kini terasa berbeda, dengan omzet penjualan yang menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Salah satu yang merasakan langsung dampaknya adalah Fajri, pedagang sandal musiman yang rutin membuka lapak menjelang Lebaran. Ia mengaku suasana pasar kali ini tidak seramai tahun lalu, meski sudah berupaya menarik pembeli dengan harga yang relatif murah. 
 
“Kalau tahun kemarin lebih ramai, sekarang terasa sepi. Mungkin karena Lebarannya beda-beda, jadi pembeli juga terbagi,” ujarnya. Jum'at (20, Maret, 2026).

Untuk mengantisipasi sepinya pembeli, Fajri bahkan mengobral harga sandal dagangannya. Sandal dewasa dijual dengan harga tertinggi Rp40.000, sementara sandal anak-anak dibanderol Rp20.000–Rp25.000. Namun, strategi ini belum mampu mendongkrak penjualan secara signifikan.

Fenomena dua kali perayaan Idul Fitri dinilai memengaruhi pola belanja masyarakat. Konsumen cenderung menyesuaikan dengan waktu Lebaran masing-masing, sehingga daya beli tidak terkonsentrasi pada satu momentum. Akibatnya, pedagang dadakan kehilangan “puncak emas” yang biasanya menjadi sumber pendapatan utama.

Para pedagang berharap kondisi serupa tidak kembali terjadi di tahun mendatang. Momentum Lebaran, bagi mereka, bukan sekadar hari raya, melainkan kesempatan untuk menghidupi keluarga dari hasil jerih payah berjualan.***
Older Posts No results found
Newer Posts
Admin
Admin PT.BAROMETER MEDIA TAMA

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT
SCROLL TO RESUME CONTENT