Artikel
The Real Wealth: Berkat vs. "Hasil Paksa"
Barometer Indonesia News - Ayatnya bilang begini: "Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak akan menambahinya." (Amsal 10:22)
1.Kaya itu Bukan Cuma Soal Saldo
Secara teologis, kata "kaya" di sini berasal dari bahasa Ibrani 'ashar, yang nggak cuma bicara soal tumpukan uang. Ini bicara tentang kepuasan yang utuh. Di zaman sekarang, banyak orang punya "angka" di rekening yang besar, tapi mentalnya breakdown, tidurnya nggak nyenyak, dan hubungannya berantakan.
Kalau Tuhan yang kasih berkat, Dia kasih satu paket dengan kedamaian. Itu yang namanya "Kaya yang Sejati".
2.Mitos "Kerja Keras = Segalanya"
Banyak orang salah tangkap, mengira ayat ini melarang kita kerja keras. Salah besar. Alkitab tetap mengajarkan kita untuk rajin. Tapi yang ditekankan di sini adalah sumbernya.
- Self-made wealth: Seringkali datang dengan "susah payah" (itstsabon), yang artinya kecemasan, kelelahan mental, dan penderitaan karena merasa semua bergantung pada kekuatan sendiri.
- God-given wealth: Kita kerja maksimal sebagai ibadah, tapi kita sadar hasilnya 100% hak prerogatif Tuhan. Jadi, saat target belum tercapai, kita nggak burnout sampai kehilangan iman.
Relevansi dengan Keadaan Sekarang
Di era media sosial, kita sering kena FOMO (Fear of Missing Out). Kita melihat orang sukses di usia muda, lalu kita memaksa diri kerja 20 jam sehari sampai lupa Tuhan dan keluarga. Kita pikir, "Kalau aku kerja lebih keras lagi, aku akan lebih bahagia."
Faktanya: Tanpa berkat Tuhan, sebanyak apa pun yang kamu kumpulkan, rasanya bakal seperti "kantong yang bocor" (Hagai 1:6). Kamu dapat uangnya, tapi hilang sukacitanya.
Takeaways untuk Hari Ini
Ubah Mindset: Jangan kejar "Angka", kejarlah "Berkat". Angka bisa habis, tapi berkat Tuhan itu memelihara. Istirahat adalah Tindakan Iman: Bisa tidur nyenyak di malam hari setelah kerja maksimal adalah bukti kamu percaya bahwa Tuhan yang pegang kendali, bukan usahamu semata.
Check Your Heart: Kalau kesuksesanmu bikin kamu makin jauh dari Tuhan atau makin sombong, mungkin itu hasil "susah payah" sendiri, bukan berkat yang Tuhan maksud.
Intinya: Berkat Tuhan itu nggak "berisik". Dia bikin kamu naik level tanpa harus mengorbankan damai sejahteramu.
Pdm. Prof. Andre Yosua M
Editor : Red-Adhi
Via
Artikel

Post a Comment