-->

Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62 Tahun 2022 Kejaksaan Negeri Banjarnegara Gelar Upacara dan Syukuran

BANJARNEGARA, BIN.Net | | Peringati Hari Bhakti Adhyaksa Ke-62 Tahun 2022 Kejaksaan Negeri Banjarnegara Gelar Upacara dan Syukuran bertempat di Kantor Kejaksaan Negeri Banjarnegara pada hari Jumat tanggal 22 Juli 2022 yang diikuti oleh seluruh pegawai dilingkungan kantor Kejaksaan Negeri Banjarnegara dan dihadiri pengurus dan anggota IAD Daerah Banjarnegara.

Kasi Intel Kejari Banjarnegara Yasozisokhi Zebua selaku Koordinator Dokumentasi, IT, Hubungan Masyarakat dan Media Massa Panitia HBA 2022 menerangkan bahwa upacara digelar di lapangan depan Kantor Kejaksaan Negeri Banjarnegara, sementara acara syukuran digelar dihalaman tengah kantor, peringatan HBA tahun ini mengangkat Tema Kepastian Hukum Humanis Menuju Pemulihan Ekonomi. 

Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Wahyu Triantono bertindak selaku inspektur upacara sementara Jaksa Purna Nugrahadi bertindak selaku perwira upacara dan Jaksa Agil Januri Utomo selaku Komandan Upacara dan turut hadir seluruh pejabat struktural Kasi/Kasubagbin pada Kejaksaan Negeri Banjarnegara.

Dalam amanat inspektur upacara, Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara Wahyu Triantono membacakan sambutan Jaksa Agung RI yang menyampaikan beberapa hal antara lain HBA ini merupakan pertama pasca diundangkannya UU Nomor 11 Tahun 2021 tentang perubahan UU Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.

Dimana dalam perubahan tersebut terdapat beberapa tambahan kewenangan diantara tambahan kewenangan dibidang intelijen hingga penyadapan, kemudian kedudukan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer ditubuh Kejaksaan, sehingga makin mempertegas penerapan asas single prosecution system yakni kewenangan penuntutan adalah tunggal dibawah kendali Jaksa Agung selaku Penuntut Umum tertinggi di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Jaksa Agung RI berpesan dan mengingatkan seluruh warga Adhyaksa, agar tidak merusak kepercayaan masyarakat yang telah susah payah dibangun dan telah diraih selama ini, karena masyarakat menganggap Kejaksaan sedikit banyak telah memapu menampilkan wajah penegakan hukum yang didambakan.

Diantaranya keberhasilan Kejaksaan dalam menangkap kegelisahan masyarakat atas praktek penegakan hukum yang dinilai tidak memenuhi rasa keadilan yaitu dengan dikeluarkan kebijakan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif justice, kebijakan tersebut merupakan tonggak perubahan paradigma penegakan hukum, sehingga masyarakat memposisikan restoratif justice identik dengan Kejaksaan.
 
Akhir sambutan Jaksa Agung RI menyampaikan 7 (tujuh) Pesan Harian kepada warga adhyaksa untuk diperhatikan dan dilaksanakan yakni (1). Tingkatkan Kapabilitas, Kapasitas, dan Integritas dalam Mengemban Kewenangan berdasarkan Undang-Undang. (2). Kedepankan Hati Nurani Dalam Setiap Pelaksanaan Tugas, Fungsi Dan Kewenangan. (3). Wujudkan Penegakan Hukum Yang Berorientasi Pada Perlindungan Hak Dasar Manusia. 

Kemudian (4). Tingkatkan Penanganan Perkara Yang Menyangkut Kepentingan Masyarakat. (5). Akselerasi Penegakan Hukum Yang Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional. (6). Jaga Netralitas Aparatur Kejaksaan guna Menjaga Persatuan Dan Kesatuan Bangsa. (7). Tingkatkan Transparansi Akuntabilitas Kinerja Kejaksaan.

Kasi Intel Kejari Banjarnegara Yasozisokhi Zebua menambahkan pada kesempatan tersebut Kepala Kejaksaan Negeri Banjarnegara menyematkan Piagam Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada 2 (dua) pegawai dilingkungan Kejaksaan Negeri Banjarnegara Satyalancana XX tahun dan Satyalancana X tahun.

Setelah upacara, Kejaksaan Negeri Banjarnegara menggelar acara syukuran sebagai ungkapan rasa syukur atas kinerja selama ini, seluruh bentuk tugas dan pelayanan dibidang hukum dapat berjalan dengan baik sehingga kehadiran kejaksaan dapat dirasakan oleh masyarakat secara khusus masyarakat wilayah Kabupaten Banjarnegara, tutur Kasi Intel Yasozisokhi Zebua.

Pewarta : Virly Setiawan S.Th

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

wa

Latest News

Back to Top