-->
24 C
en
Search

Konferensi Pers Kasat Polres Bogor Ungkap Tersangka yang Merenggut Nyawa Bocah 9 Tahun di Jasinga

Kepolisian Polres Bogor melalui Kasat PPA Polres Bogor, AKP Silfi Adi Putri, menggelar konferensi pers di kantor Polres Bogor pada Senin (08/06/2026). Dalam kesempatan tersebut, pihak kepolisian mengungkap kronologi peristiwa tragis yang menimpa seorang anak berusia 9 tahun asal Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor Barat.

Kronologi KejadianKorban, Muhammad Adebaran Musafa, tengah memancing belut di kawasan hutan Kecamatan Jasinga pada Minggu (07/06/2026). Saat itu, ia dikejar oleh empat ekor anjing pemburu milik komunitas pemburu babi hutan. Serangan brutal tersebut menyebabkan luka parah di bagian kaki, tangan, kepala, hingga telinga korban.

Tersangka dan Jeratan HukumPolisi menetapkan Y, warga DKI Jakarta, yang merupakan anggota komunitas Pemburu Babi Hutan Rengganis, sebagai tersangka. Ia dijerat dengan Pasal 474 ayat 3 dan 363 huruf C KUHP, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 hingga 9 tahun penjara. 

“Dalam perkara meninggalnya Muhammad Adebaran Musafa akibat kelalaian pelaku atau tersangka, kami mengamankan Y dan menjadikannya tersangka,” ujar AKP Silfi Adi Putri.Nasib Anjing PemburuEmpat ekor anjing yang menyerang korban ditemukan mati. Menurut keterangan polisi, hal ini terjadi karena sopir mobil tersangka lupa membuka kaca saat pemeriksaan di Polsek Jasinga, sehingga anjing-anjing tersebut kehabisan nafas.

"Dalam perkara meninggalnya Muhammad Adebaran Musafa akibat kelalaian pelaku atau tersangka, kami mengamankan Y dan menjadikannya tersangka,"tuturnya Kasat PPA Polres Bogor AKP Silfi Adi Putri kepada wartawan, Senin, 08 Juni 2026.

Silfi menuturkan, empat ekor anjing pemburu yang menggigit korban hingga mengalami luka di bagian kaki, tangan, kepala hingga kuping kanannya hilang pun kondisinya sudah mati.

"Jadi empat ekor anjing itu mati karena saat Y diperiksa di Mako Polsek Jasinga, sopir mobilnya lupa membuka kaca hingga anjing-anjing tersebut mati lemas karena kehabisan nafas,"katanya 

Berdasarkan hasil autopsi Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bogor, dua dari empat ekor anjing pemburi tersebut di bagian mulutnya ada darah, dimana diduga darah milik korban. 

"Kami juga mengambil sampel darah anjing tersebut, apakah dia memiliki penyakit rabies atau tidak,"tugasnya Silfi.
 

  • Editor   :  Redaksi 
Older Posts No results found
Newer Posts

Post a Comment

SCROLL TO RESUME CONTENT