Budaya
News
Peristiwa
Hari Jadi Bogor ke 544: Siti Aisyah, Ikuti Nampak Tilas Dari Jasinga Menuju Pendopo Malasari
BOGOR | BIN.Net - Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 terasa istimewa. Tidak hanya karena Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Bogor digelar di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung ikon wisata baru yang digagas Bupati Rudy Susmanto dan Wakilnya Ade Ruhandi tetapi juga karena adanya kegiatan napak tilas bersejarah yang menghubungkan dua pendopo yang menghubungkan dua pendopo penting: Exs-Pendopo Kewadanan Jasinga dan Pendopo Malasari.
Jejak Sejarah di JasingaExs-Pendopo Kewadanan Jasinga merupakan situs bersejarah yang pernah menjadi pusat perjuangan darurat pada era Bupati pertama Bogor, I.P. Gandamanah, sekitar tahun 1947.
Tempat ini juga berfungsi sebagai ruang pelestarian budaya Sunda dan edukasi literasi. Dari titik inilah ratusan peserta memulai perjalanan napak tilas, disertai kegiatan bakti sosial di Kampung Sarongge, Desa Cisarua, Kecamatan Sukajaya.
Pendopo Malasari: Simbol Pemerintahan DaruratPerjalanan berlanjut menuju Pendopo Malasari, bangunan bersejarah yang dahulu merupakan rumah milik Kepala Desa pertama Malasari, Bapak Ining.
Pendopo ini pernah digunakan sebagai kantor pemerintahan darurat oleh Bupati Raden Ipik Gandamana pada masa agresi militer II tahun 1947. Kini, bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai situs cagar budaya dan menjadi ikon utama Desa Wisata Malasari.
Kehadiran Tokoh PerempuanSiti Aisyah, anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Persatuan Pembangunan, turut hadir dalam acara ini. Ia menekankan pentingnya napak tilas sebagai sarana mengingat perjuangan para pendahulu sekaligus mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pelosok.
“Napak tilas ini bagian dari rasa syukur kita kepada para pendahulu yang sudah berjuang mengorbankan segalanya untuk membangun Kabupaten Bogor,” ujarnya.
Rute Napak TilasRombongan napak tilas menempuh jalur bersejarah: dari Jasinga menuju Cileuksa, melewati Kampung Ciparengpeng, Kampung Cijairin, Kampung Ciear, hingga Desa Cisarua di Kampung Jamang tempat Bupati Ipik Gandamana pernah singgah. Perjalanan kemudian berakhir di Pendopo Malasari, menggunakan kendaraan roda dua, sebagai simbol semangat kebersamaan." ungkapnya.
- Editor : Adhie
Via
Budaya

Post a Comment