Budaya
News
Sosial
Sungai yang Pernah Luka, Kini Ditebar Program TJSL Tebar Benih Ikan: Menghidupkan Kembali Nadi Sungai Cikalong dan Cidurian
Udara sungai di Desa Kalong Sawah, Kecamatan Jasinga, dan Desa Mekarjaya Kecamatan Cigudeg terasa berbeda. Di aula kantor desa, puluhan orang berkumpul dengan satu tujuan: mengembalikan kehidupan sungai.
Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari PTPN Nusantara IV Distrik Jawa Barat Banten hadir dengan aksi nyata menebar benih ikan di Sungai Cikalong yang mengalir ke Sungai Cidurian.
Dari Permintaan Maaf ke Aksi Nyata Alfi Andrianto, Manager PKS Cikasungka, berdiri di depan hadirin. Dengan suara tegas namun penuh penyesalan, ia mengakui insiden limbah yang mencemari sungai pada 16 April lalu.
“Hari ini kami berupaya menebus kesalahan itu dengan menebar 5.000 ikan nila dan 5.000 ikan tawes,” ucapnya. Kata-kata itu bukan sekadar janji, melainkan simbol komitmen perusahaan untuk memperbaiki ekosistem yang sempat terganggu.
Kolaborasi Lintas Pihak
Acara ini bukan hanya milik perusahaan. Koramil, Polsek, Satgas Lingkungan, Karang Taruna, KNI Jasinga dan tokoh masyarakat sekitar hingga pemerintah desa turut hadir. Kehadiran mereka mencerminkan semangat gotong royong: bahwa menjaga sungai bukan tugas satu pihak, melainkan tanggung jawab bersama.
Suara dari Senayan Meski tak hadir langsung, Asep Wahyu Wijaya, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi Nasdem, menitipkan pesan melalui staf ahlinya, Iksan. Ia menekankan pentingnya evaluasi total atas pencemaran yang terjadi.
Lebih jauh, ia mengungkap rencana pembangunan IPAL permanen sebagai solusi jangka panjang.
“Semoga ini jadi yang terakhir kalinya,” tegasnya, mengingatkan bahwa sungai adalah nadi kehidupan masyarakat.
Sungai sebagai Sumber Kehidupan Bagi warga Cigudeg dan Jasinga, sungai bukan sekadar aliran air. Ia adalah tempat bercocok tanam, mencuci, bahkan sumber pangan.
Ketika tercemar, dampaknya langsung terasa pada kehidupan sehari-hari. Penebaran benih ikan hari itu menjadi simbol harapan: bahwa sungai bisa kembali memberi kehidupan, bukan ancaman.
Program TJSL ini bukan hanya tentang menebar 10.000 ekor ikan. Ia adalah tentang menebar harapan, menebar komitmen, dan menebar kesadaran bahwa lingkungan adalah warisan bersama. Di tepian Sungai Cikalong, masyarakat belajar bahwa pemulihan bukan sekadar kata-kata, melainkan tindakan nyata yang harus dikawal bersama. **
Via
Budaya

Post a Comment