News
Peristiwa
Lampu Jalan Mati, Warga Bogor Barat Resah di Jalur Utama
KAB.BOGOR | BIN.Net - Kondisi Penerangan Jalan Ruas Jalan Raya Nasional yang menghubungkan Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Lewisadeng, hingga Leuwiliang di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kembali menjadi sorotan. Sejumlah titik Penerangan Jalan Umum (PJU) tidak berfungsi, membuat jalur vital ini gelap dan mencekam pada malam hari.
Petugas Dishub LAJ PJU yang sedang melakukan perbaikan di lapangan menyebutkan bahwa beberapa titik di wilayah Lewisadeng sudah diperbaiki dan menyala. Namun, di perbatasan Kecamatan Lewisadeng–Cigudeg baru dua titik yang berfungsi. Sementara di ruas Cigudeg, banyak kabel tiang PJU ditemukan putus atau hilang, diduga akibat pencurian.
Upaya Perbaikan Perbaikan sudah dilakukan selama dua pekan terakhir. Beberapa titik berhasil dinyalakan, tetapi kendala kabel terputus membuat sebagian besar PJU tetap mati. Laporan telah disampaikan agar segera ditindaklanjuti sehingga penerangan kembali normal."katanya salah satu petugas yang sedang melakukan perbaikan dilapangan. Selasa (10/03/2025)
Sebelumnya di beritakan. Jalan yang gelap mencekam Sabtu malam (28/02/2026). Kondisi memprihatinkan terlihat di ruas Jalan Raya Nasional yang menghubungkan Kecamatan Jasinga dan Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.
Di jalur vital tersebut, banyak lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang tidak menyala, sementara hanya sebagian kecil yang berfungsi.
Puluhan PJU ditemukan dalam keadaan mati di Ruas Jalan Raya Nasional Jasinga, Cigudeg, Lewisadeng, Leuwiliang merupakan urat nadi mobilitas warga Bogor Barat.
Jalur ini digunakan masyarakat untuk bekerja ke wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, bahkan menuju Bandung dan Jakarta.
Asep salah seorang Warga yang melintas berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dan pemeliharaan PJU di jalur tersebut.
“Artinya masa iya sih kementerian terkait tidak melihat jalan yang gelap,” tegas Asep, seorang pengendara motor yang melintas bersama rekannya, Apip.
Hal serupa juga disampaikan Aceng, warga yang sering berjalan kaki di jalur tersebut.
“Yah kemana ini pemerintah dalam memberikan pelayanan publik. Padahal rakyat itu bayar pajak ke negara. Semestinya ketika rakyat membayar pajak, negara harus mengembalikan uang rakyat tersebut dari segi pembangunan,” ujarnya. Sabtu malam (28/02/2026).
Potensi Bahaya Minimnya penerangan menimbulkan keresahan warga. Pengendara mobil maupun motor, serta pejalan kaki, merasa terancam keselamatannya ketika melintas pada malam hari. Risiko kecelakaan meningkat karena jarak pandang terbatas.
Dengan penerangan yang memadai, keamanan dan kenyamanan pengguna jalan dapat terjamin, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga Bogor Barat yang setiap hari bergantung pada akses ini.**
Via
News


Posting Komentar