News
Peristiwa
Angka Perceraian di Lamongan Masih Tinggi Awal 2026: Masalah Ekonomi dan Perselisihan Jadi Pemicu Utama
LAMONGAN | BIN.Net – Tren perceraian di Kabupaten Lamongan menunjukkan angka yang cukup memprihatinkan pada dua bulan pertama tahun 2026.
Data terbaru dari Pengadilan Agama (PA) Lamongan mencatat ratusan perkara telah masuk, di mana mayoritas inisiatif perpisahan datang dari pihak istri (cerai gugat).
Statistik Perkara Masuk dan Putusan
Berdasarkan keterangan Panitera PA Lamongan, Mazir, terdapat fluktuasi jumlah perkara pada awal tahun ini. Meski jumlah perkara masuk di bulan Februari sedikit menurun dibanding Januari, total akumulasinya tetap tergolong tinggi.
Mazir mengungkapkan bahwa akar permasalahan dari banyaknya rumah tangga yang kandas di Lamongan masih berkutat pada masalah klasik, yakni ekonomi dan konflik internal.
Masalah ekonomi menjadi faktor terbesar dengan total 118 kasus. Terdapat tren peningkatan dari Januari (55 kasus) ke Februari (63 kasus).
Perselisihan Terus-Menerus: Mencapai 117 kasus, yang dipicu oleh pertengkaran yang tidak kunjung usai antar pasangan.
Selain dua faktor utama di atas, PA Lamongan juga mencatat berbagai alasan lain yang menyebabkan pasangan memutuskan untuk berpisah:
- Ditinggalkan salah satu pihak: 32 kasus.
- Perzinaan: 22 kasus.
- Perjudian: 17 kasus.
- Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT): 13 kasus.
"Faktor ekonomi dan perselisihan yang terjadi secara terus-menerus masih mendominasi alasan diajukannya perceraian di wilayah kami," ujar Mazir pada Sabtu (28/3/2026).
Tingginya angka cerai gugat menunjukkan bahwa pihak istri kini lebih berani mengambil langkah hukum ketika stabilitas ekonomi maupun keharmonisan dalam rumah tangga tidak lagi terpenuhi.
( Bed)
Via
News

Post a Comment