Polri
Kisah Haru Kurir Narkoba di Surabaya, Datangi Yayasan Ipda Purnomo Sambil Menangis!
LAMONGAN | BIN.Net – Sebuah pemandangan menyentuh hati terjadi di Yayasan milik Ipda Purnomo, Lamongan, pada Kamis (25/02/2026).
Pasalnya, seorang pemuda asal Surabaya berinisial DS, mendatangi sang polisi berjiwa sosial tersebut dengan kondisi bercucuran air mata.
Kedatangan DS di yayasan milik Ipda Purnomo, tidak lain untuk memohon diselamatkan dari jeratan narkoba yang telah merusak masa depannya ia pilih tobat karena tak tega lihat orangtua
DS, seharusnya sudah duduk di bangku kelas 3 SMA, terpaksa tertinggal di kelas Dua akibat kecanduan narkoba selama setahun terakhir.
Pemuda yang juga sempat menjadi kurir barang haram tersebut mengaku nekat menempuh perjalanan dari Surabaya ke Lamongan menggunakan ojek demi satu tujuan [ Berhenti total]
"Saya kasihan lihat orang tua saya. Saya sering marah-marah tanpa alasan di rumah dan menjual barang-barang milik mereka hanya untuk membeli narkoba," ungkap DS sambil terisak di hadapan Ipda Purnomo.
Ayah DS sehari-hari bekerja sebagai pedagang barang bekas (rosokan) di kawasan Perak, Surabaya, sementara ibunya adalah seorang ibu rumah tangga.
Rasa bersalah karena telah menyusahkan ekonomi keluarga yang sulit menjadi pelecut utama DS untuk berbenah diri.
Alasan keamanan dan layanan Rehabilitasi Gratis
Selain faktor keluarga, DS mengaku merasa dihantui ketakutan karena banyak rekan-rekannya sesama pengguna dan pengedar yang telah diringkus pihak kepolisian.
Dimana ia mengaku ketakutan akan jeruji besi dan keinginan untuk kembali ke sekolah membuatnya memberanikan diri meminta bantuan.
Melihat keberanian dan niat tulus pemuda tersebut, Ipda Purnomo memberikan layanan rehabilitasi secara gratis di yayasannya.
"Mas DS ini hebat karena punya keberanian untuk berhenti. Karena niat tulusnya untuk bertobat dan mengingat kondisi ekonomi orang tuanya, semua perawatan di sini saya gratiskan," ujar Purnomo.
Rencana pemulihan, Kini DS telah resmi dirawat di bawah pengawasan yayasan milik Ipda Purnomo.
Program pemulihan akan difokuskan membersihkan sisa zat adiktif dalam tubuh, mengatasi emosi yang tidak stabil akibat efek samping narkoba. Memotivasi DS agar bisa kembali melanjutkan sekolahnya yang sempat terbengkalai.
Laporan : Bed
Via
Polri


Posting Komentar