Artikel
Masa Muda: Kebebasan yang "Mahal"
Barometer Indonesia News - Nats Alkitab: _Pengkhotbah 11:9 "Bersukacitalah, hai pemuda, dalam kemudaanmu, biarlah hatimu bersuka pada masa mudamu, dan turutilah keinginan hatimu dan pandangan matamu, tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Allah akan membawa engkau ke pengadilan!"_
Pendahuluan
Masa muda sering disebut sebagai masa keemasan (golden age). Ini adalah waktu di mana energi sedang memuncak, mimpi sedang tinggi-tingginya, dan rasa ingin tahu begitu besar. Dunia menawarkan narasi: "YOLO (You Only Live Once), nikmati selagi bisa, lakukan apa saja yang membuatmu senang!"
Raja Salomo, orang paling bijaksana yang pernah hidup, menuliskan ayat di atas dengan nada yang unik. Ia tidak melarang anak muda bersenang-senang. Sebaliknya, ia menyuruh: Bersukacitalah! Namun, kalimat itu tidak berhenti di situ. Ada kata sambung "Tetapi" yang mengubah segalanya.
Berikut adalah tiga poin penting tentang bagaimana menyeimbangkan sukacita masa muda dengan tanggung jawab masa depan:
1.Kebebasan adalah Mandat, Bukan Larangan
Tuhan bukanlah sosok yang anti-kesenangan. Dia menciptakan masa muda dengan segala potensinya untuk dinikmati. Eksplorasi Potensi: Tuhan ingin Anda mengejar hobi, membangun karir, berpetualang, dan menemukan passion Anda.
Nikmati Proses: Jangan habiskan masa muda hanya dengan kekhawatiran yang berlebihan. Nikmati proses belajar dan bertumbuh.
Namun, kebebasan yang Tuhan berikan bukanlah kebebasan yang liar, melainkan kebebasan yang diberikan. Artinya, Sang Pemberi Kebebasan tetap memegang hak untuk meminta pertanggungjawaban.
2. Pengadilan": Harga dari Sebuah Pilihan
Bagian kedua ayat tersebut berbunyi: "Allah akan membawa engkau ke pengadilan."Kata "Pengadilan" di sini seringkali terdengar menakutkan, namun mari kita lihat dari sudut pandang Akuntabilitas (Tanggung Jawab).
Hukum Tabur Tuai: Apa yang kita lakukan di masa muda (menabur), akan kita tuai di masa tua atau masa kekekalan.
Jika kita "bebas" merusak tubuh dengan gaya hidup tidak sehat, pengadilannya adalah sakit penyakit di masa depan. Jika kita "bebas" bermain-main dengan dosa moral, pengadilannya adalah hancurnya reputasi dan hubungan dengan Tuhan.
Kebebasan yang Bertanggung Jawab: Anak muda yang cerdas menyadari bahwa setiap keputusan memiliki price tag (label harga). Kebebasan tanpa tanggung jawab hanyalah jalan menuju kehancuran. Kita bebas memilih tindakan, tetapi kita tidak bebas memilih konsekuensinya.
3.Tetap Terarah pada Masa Depan
Pesan Salomo sebenarnya adalah ajakan untuk berpikir jangka panjang (Visioner). Bersenang-senanglah hari ini dengan cara yang tidak akan membuat "Diri Anda di Masa Depan" menyesal.
Investasi Masa Depan: Gunakan energi masa muda untuk membangun fondasi iman, karakter, dan keterampilan.
Saringan Keputusan: Sebelum melakukan sesuatu yang "menyenangkan", tanyakan pada diri sendiri: "Apakah hal ini akan membuat saya malu saat berdiri di hadapan Tuhan nanti? Apakah ini akan menghancurkan masa depan saya?"
Masa muda yang terarah bukanlah masa muda yang membosankan, melainkan masa muda yang memiliki tujuan (purpose-driven).
Penutup
Masa muda adalah hadiah yang tidak bisa diputar ulang. Jangan sia-siakan dengan menjadi anak muda yang kaku dan takut melangkah, tetapi jangan juga hancurkan dengan kebebasan yang kebablasan.
Hiduplah dengan sukacita yang penuh, berkaryalah seluas-luasnya, namun pastikan setiap langkah kaki kita tetap berada di jalur yang, ketika kelak kita berdiri di hadapan Hakim Agung, kita bisa berkata: "Tuhan, aku telah menikmati masa mudaku dengan cara yang memuliakan nama-Mu."
Refleksi: Apakah kesenangan yang sedang saya kejar saat ini adalah sesuatu yang bisa saya pertanggungjawabkan di hadapan Tuhan?
Oleh : Ps. Andre Yosua M
Editor : Adhie
Via
Artikel

Post a Comment