-->

Ketua IWO Muara Enim Angkat Bicara Soal Pembangunan di Muara Enim

MUARA ENIM, BIN.Net | | Kuyung Bahri Angkat Bicara terkait permasalah pembangunan yang ada di Bumi Serasan Sekundang yang menggunakan dana APBN dan APBD termasuk APBD-P diduga tanpa memberikan pekerjaan kepada putra daerah. Rabu, (3/8/2022).

Hal tersebut terlihat jelas dengan banyaknya proyek yang dimenangkan atau dikerjakan oleh kontraktor luar Kabupaten Muara Enim. Memang, proses tender itu umum dan siapapun bisa mengikuti proses tender dan menang atau kalah sesuai dengan aturan yang ada. Tapi, alangkah lebih baiknya jika kontraktor lokal diutamakan terlebih dahulu.
"Saya yakin, kontraktor lokal pasti mempunyai perusahaan yang lengkap termasuk anggaran untuk mengerjakan proyek tersebut," ujarnya.

Muara Enim ini termasuk mempunyai anggaran yang sangat besar pertahunnya, tapi sudah dua Tahun ini masyarakat banyak yang menjerit lantaran perputaran ekonomi yang tidak stabil. Bisa contoh dikit, kontraktor luar yang mengerjakan proyek di Muara Enim rata rata banyak membeli material dari tempat asal mereka, pada hal di Muara Enim banyak Meterial pembangunan proyek. Karena hanya sedikit material yang terjual, mempengaruhi siklus pendapatan.
"Tahun 2021 kontraktor luar yang menang proyek besar besar dan diduga tahun inipun begitu. Mereka yang bekerja, kita putra daerah yang menonton," terang Bahri.

Lebih lanjut dikatakan Kuyung Bahri, berdasarkan data dilapangan, proses lelang tender proyek sampai saat ini sedang berlangsung, siapapun yang menang baik kontraktor luar maupun lokal silakan bekerja dengan sebaik baiknya. Karena, jika ada kesalahan pastinya tak luput dari pemberitaan dimedia. 
"Saya dan anggota IWO lainnya akan terus bersinergi dalam pembangunan Kabupaten Muara Enim, agar apa yang dicita-citakan Kabupaten sebagaimana Visi dan Misinya", ungkapnya.

Kemudian, meminta kepada baik PJ Bupati, Kepala Dinas serta PPK dan Pengawas yang sudah di SK kan harus bekerja dengan sesuai aturan, jika kemudian hari ditemukan pekerjaan proyek yang dinilai tidak layak maka perusahaan dan kontraktornya harus di black list, jadi pekerjaan tersebut harus diawasi dengan maksimal agar pembangunan pembangunan dapat diselesaikan dan terbilang cukup baik.
"Misal tahun kemaren sudah dibangun, lalu tahun ini dibangun kembali hal yang sama di tempat yang sama, itu artinya sama saja dengan mempoya poyakan anggaran, yang lebit tepatnya pemborosan anggaran," cetusnya.

Untuk itu, dirinya juga mengajak semua rekan rekan jurnalis yang kerap disapa wartawan, tulisan dari kalian semua yang berisi sumbang saran, kritikan yang tak lain untuk kemajuan serta lembaga kontrol sosial yang ada di Kabupaten Muara Enim ini, untuk sama sama mengawasi pembangunan di Kabupaten Muara Enim yang kita cintai agar menjadi lebih berkembang lagi."Bersinergi artinya bersama sama membangun Bumi Serasan Sekundang yang lebih baik lagi," pintanya.( Antoni)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Latest News

Back to Top