-->
MEDIA BAROMETER INDONESIA NEWS. TAJAM DAN AKURAT

Tempat Wisata Telaga Pelangi Payang, Diduga Lalai Dalam Penerapan Protokol Kesehatan Terhadap Pengunjung

BOGOR, BIN.NET - Salah satu objek wisata telaga pelangi payang, tepatnya jl desa mekar sari,  kecamatan Rumpin kabupaten bogor jawa barat, diduga lalai dalam menerapan aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa bali

Berdasarkan keputusan Bupati Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berbasis mikro di Kabupaten Bogor kembali diperpanjang selama 13 hari. Adapun kebijakan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Nomor 443/202/Kpts/Per-UU/2021. 

Tentang perpanjangan PPKM berbasis mikro di Kabupaten Bogor ini berlaku pada 9 sampai 22 Maret 2021," kata Bupati Bogor Ade Yasin dalam keterangan tertulisnya

Syaratnya, menurut Ade, harus ada pengaturan jam operasional, kapasitas tempat, dan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat. 

Pantauan awak media di lokasi objek wisata telaga pelangi payang, pada hari Sabtu (13-03-2021) cukup ramai di datangi para pengunjung dari mulai anak anak hingga orang dewasa sekedar untuk mengisi di hari libur panjang

Dari tampak pintu gerbang masuk objek telaga pelangi payang terpampang spanduk untuk selalu taat pada protokol kesehatan untuk memutus mata rantai penyebaran pandemi covid-19.Tapi anehnya banyak pengunjung yang tidak mematuhi protokol kesehatan salah satunya tidak memakai masker dibiarkan masuk begitu saja tanpa ada himbauan dari pengelola tempat wisata tersebut

Salah satu pengunjung wisata telaga pelangi payang yang tidak menggunakan masker saat di wawancarai awak media. Yang enggan di sebutkan namanya menuturkan," Tadi saat kita masuk tidak ada himbauan atau teguran pak untuk pakai masker" Tuturnya.

Adapun Sangsi tersebut. Dapat dijerat dengan pasal yang berlaku pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Bisa disanksi pidana kurungan badan selama (1) Satu tahun dan denda maksimal Rp100 juta,

Samapai berita ini di tayangkan Awak media barometerindonesianews.net. hendak menemui pihak penanggung jawab wisata tersebut yang berinisial (R) namun tidak ada di tempat. Pada saat menanyakan kepada penjaga parkir maupun penjaga pintu keluar mereka menjawab "saya tidak kenal dengan pak R** pak..saya di sini pegawai freelance" Tungkasnya.

( Reed)

Show comments
Hide comments
No comments:
Write comment

Latest News

Back to Top